in

7 Kesalahan Para Pemula Ketika Bermain Game Valorant

7 Kesalahan Para Pemula Ketika Bermain Game Valorant

Game yang satu ini memang sedang mencuri perhatian para gamers. Banyak player game shooter yang hijrah ke game Valorant. Berjenis game shooter tentu saja kemampuan strategi menembak jadi andalan utama ketika bermain. Namun sayangnya banyak para pemula yang kurang memaksimalkan potensinya di game yang satu ini.

Mereka mengira bahwa game ini hanya menekankan pada elemen aksi saja. Padahal untuk bermain game ini, kita dituntut mempersiapkan taktis yang malah menjadi kunci keberhasilannya.

Valorant bisa dibilang game yang baru, meskipun begitu banyak pihak yang jatuh hati dengan game shooter ini. Tetapi, masih banyak pemula yang agak bingung ketika bermain game ini. Mereka kebanyakan belum hafal dengan pola permainan di game keluaran baru ini.

Simpelnya, Apabila kita pernah bermain game Counter Strike Global Offensive, maka kita pasti akan terbiasa saat bermain game di Valorant. Namun, tidak semuanya mirip. Ada beberapa poin penting lainnya yang patut diperhatikan.

Nah agar tidak terlampau bingung, kami akan memberikan tips bagaimana mengatasi kesalahan para pemula dalam game Valorant ini. Yuk simak uraian berikut ini.

1. Tidak Melakukan Komunikasi dengan Anggota Tim

Tidak Melakukan Komunikasi dengan Anggota Tim

Kesalahan yang paling umum adalah masalah komunikasi. Sebagai game multiplayer, komunikasi dengan para pemain merupakan hal yang sangat penting. Apalagi di era teknologi saat ini. Pastinya banyak para gamer yang sudah memiliki headset di platform PC miliknya.

Bahkan apabila kita tidak bisa berbahasa inggris, maka cukup memberikan simbol atau sinyal kepada pemain lainnya. Misalnya saja hanya dengan menyebutkan situs bom untuk jadi target serangan pun lebih baik daripada tidak berkomunikasi sedikit pun.

Dalam Valorant, terdapat fitur komunikasi yang jauh lebih praktis berbentuk ping. Caranya dengan menekan tombol alt maka kita bisa memberikan tanda titik. Misalnya ketika spike yang jatuh dari musuh. Dengan cara ini, maka anggota tim yang lain bisa tahu apa langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

2. Masih Buta Map

Masih Buta Map di Valorant

Sangat penting untuk mempelajari map dan mengetahui apa yang terjadi di sekitar kita. Player harus sesering mungkin membaca minimap ketika bermain. Ini karena akan banyak informasi penting yang kelihatan dari radar tersebut. Apabila kita sering membaca mini map tersebut, maka posisi musuh bisa di indentifikasi dengan mudah.

Untuk pemula misalnya, lebih sering melihat pojok kanan yang isinya hanya pengumuman kill. Padahal ada yang lebih penting daripada itu. Fungsi minimap jauh lebih penting. Karena ada kalanya posisi Spike ataupun arah serangan yang sedang berlangsung bisa dilihat pada bagian radar.

3. Tidak Memahami Peran

Tidak Memahami Peran di Valorant

Game ini memang mirip dengan Counter Strike Global Offensive. Konsepnya adalah Teroris dan Konter Teroris. Namun bedanya, istilah dalam game Valorant adalah Attacker dan Defender. Bagi para pemula, biasanya sering melakukan kesalahan dengan tidak memperhatikan perannya dengan baik.

Mereka tidak mau mengikuti gaya dan cara bermain sebagai faksi. Mereka hanya mempedulikan kill saja. Padahal masih ada objektif untuk memasang Spike ataupun menjinakkannya.

Bertindak sebagai Attacker, anggota tim memang harus membuat taktik terbaik. Karena dengan taktik terbaik itu, mereka bisa sampai ke situs bom serta memasang Spike.

Sementara itu dari Defender hanya memiliki tugas yang sederhana namun cukup berisiko. Tugas dari Defender hanya menjaga situs bom sebelum hal tersebut diserang oleh pihak Attacker.

Namun yang patut disayangkan adalah masih banyak defender yang malah maju ke depan dengan tergesa-gesa. Padahal tugas mereka bukan itu. Tugas mereka adalah bertahan untuk menjaga serangan dari Attacker jangan sampai ngotot ingin Ikut jalan-jalan.

4. Berisik Ketika Bermain

Berisik Ketika Bermain Valorant

Dalam game kembaran CS Go ini, fitur suara adalah hal yang cukup penting. Karena suara layaknya derap kaki ataupun interaksi senjata bisa terdengar dengan jelas. Maka dari itu, pemain yang tidak bisa menjaga langkah maka akan sangat mudah di deteksi oleh lawan.

Untuk memasuki daerah yang rawan, maka wajib untuk menekan tombol shift. Tidak hanya itu, pemain juga disarankan untuk melakukan reload senjata di posisi yang aman dan tidak terdengar oleh lawan.

Karena apabila suara tersebut di dengar musuh, maka mereka akan lebih mudah menyergap karena menemukan tempat persembunyian kita. Tidak mau hal ini terjadi? Silent is the best way.

Baca Juga: Ingin Cepat Jadi Radiant? Terapkan Tips Terbaik Ini di Valorant

5. Tidak Memperhatikan Sumber Daya

Tidak Memperhatikan Sumber Daya Valorant

Sama seperti game lainnya, Valorant juga memungkinkan kita untuk mengumpulkan sumber daya ekonomi. Karena salah satu fitur kunci dari game tactical shooter adalah fase pembelian di setiap rondenya sebelum bermain.

Nantinya, tim yang menang akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan yang kalah dan mati. Oleh karena itu, dengan memperhatikan aspek ekonomi di game Valorant, maka jadi aspek penting yang harus ditekankan.

Perhatikan tips berikut ini, pertama jangan sampai terlalu overbuying. Karena selepas ronde tiga, tim yang kalah bisa mengumpulkan credit yang cukup untuk membeli SMG.

Misalnya saja Spectre, Armor, maupun skill. Mungkin ada kalanya sisa uang tersebut harus ditabung agar kita siap pada ronde selanjutnya. Apabila sering mati, uang kita tidak bisa bertambah. Dengan begitu senjata yang kita pakai hanya mandeg di SMG saja.

6. Terlalu Banyak Bergerak Saat Menembak

Terlalu Banyak Bergerak Saat Menembak

Kemampuan karakter valorant ini terlihat sangat aktif.  Bahkan banyak yang bilang kalau game ini berkategori action shooter. Namun sebenarnya dengan banyak bergerak ketika menembak maka arah peluru jadi tidak jelas.

Bahkan peluru yang keluar akan belok sangat jauh dari target. Untuk itu, sebagai pemain pemula, kita tidak bisa sembarangan menggocek musuh sambil menahan tembakan. Ini karena spray yang dihasilkan sangat mengganggu.

Apakah Anda tahu siapa yang sering memenangkan pertandingan? Ternyata itu adalah pemain yang lebih sering berhenti dahulu lalu mengatur arah tembakannya dengan baik. Mereka tidak tergesa-gesa ketika melakukan adu tembak. Sehingga peluru lebih tepat sasaran.

Untuk hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi dari Crosshair. Sebisa Mungkin kita atur posisi Crosshair sejajar. Dengan begitu, arah tembakan akan jauh lebih akurat jika dibandingkan manaruh Crosshair yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

7. Jarang Memakai Skill

Jarang Memakai Skill Valorant

Untuk pemain yang baru terjun ke dalam game ini, mungkin akan sering lupa untuk menggunakan skill karakter. Padahal Ada dua kemampuan yang bisa dibeli. Setiap karakter nantinya dipersenjatai oleh Signature Ability yang di refresh pada setiap ronde. Satunya lagi adalah yang punya Cooldown dalam game.

Pada game ini ada beberapa Agent yang memiliki kemampuan wajib dipakai. Misalnya saja Healing milik karakter Sage. Oleh karena itu, kemampuan ini harus sering dimanfaatkan. Selain itu, ada karakter Omen maupun Brimestone yang memiliki karakter smoke yang wajib dipakai di awal ronde dimulai.

Nah, itu dia beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula. Sebagai pemula sangat wajib untuk memikirkan taktik bermain yang baik. Karena ada beberapa hal yang sering dilupakan oleh para pemula ketika bermain game ini. Semoga artikel tadi bisa menjawab kebingungan Anda.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0